PENGEMBANGAN UMKM BANK INDONESIA

Pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia dilakukan untuk mendukung fungsi, tugas, dan kewenangan Bank Indonesia di bidang kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran. Untuk mendorong UMKM sebagai sumber pertumbuhan, Bank Indonesia menyusun Strategi Nasional (Stranas) Pengembangan UMKM yang menekankan pada 3 pilar kebijakan yakni Korporatisasi, Kapasitas dan Pembiayaan, yang diharapkan dapat menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia selama ini.

Untuk lebih menginklusifkan ekonomi dan keuangan di Indonesia dan melengkapi Stranas Pengembangan UMKM, Bank Indonesia juga menyusun Strategi Nasional Ekonomi dan Keuangan Inklusif (SNEKI). SNEKI terdiri atas 3 pilar kebijakan yaitu pemberdayaan ekonomi, perluasan dan akses literasi, serta harmonisasi kebijakan. Stranas Pengembangan UMKM dan SNEKI diharapkan dapat mengarahkan perekonomian nasional menjadi lebih inklusif dengan melibatkan kelompok subsistence (Masyarakat Berpenghasilan Rendah, masyarakat lintas kelompok, kelompok rentan) dan UMKM, untuk lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.

Salah satu program yang dilakukan adalah “Pengembangan UMKM Unggulan” yang bertujuan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di daerah secara berkelanjutan yang berbasiskan pada potensi lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Program pengembangan UMKM Unggulan ini dilakukan dengan menerapkan pilar kebijakan korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan. Adapun implementasinya dilakukan oleh 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia menggunakan pendekatan Local Economic Development (LED).

Tema pengembangan UMKM Unggulan dilakukan untuk mendukung industri kreatif, kegiatan ekspor, dan pemberdayaan perempuan. Pengembangan UMKM Unggulan difokuskan pada komoditas orientasi ekspor dan pendukung pariwisata seperti kain, kerajinan, kopi dan makanan minuman olahan. Produk kreatif berbasis kain tradisional yang merupakan kekayaan budaya daerah sangat lekat dengan pemberdayaan perempuan, memiliki potensi peningkatan nilai tambah tinggi, dan berpotensi ekspor dengan kekhususan value dan keunikan produk karena mengandung nilai budaya, dan unsur heritage, yang dibuat secara hand-made.

Pembinaan UMKM diarahkan untuk meningkatkan potensi lokal, mengedepankan proses penciptaan nilai tambah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Cakupan pembinaan dilakukan dari hulu ke hilir melalui sinergi erat dengan pelaku usaha, pemangku kebijakan, dan berbagai elemen lainnya, meliputi:

Aspek produksi; a.I melalui kegiatan kurasi produk kreatif UMKM binaan Bank Indonesia oleh kurator internasional, sehingga desain produk lebih variatif mengikuti tren dunia, diminati pasar dunia dan bernilai jual tinggi;

Aspek pemasaran; a.l fasilitasi perluasan akses pasar melalui kegiatan pameran di dalam dan luar negeri yang dilakukan secara rutin atau sinergi dengan Kementerian/Lembaga;

Aspek permodalan dan pengelolaan keuangan; a.l. melalui pelatihan Pencatatan Transaksi Keuangan; serta

Aspek kewirausahaan dan peningkatan kapasitas; a.l. fasilitasi pelatihan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha Bank Indonesia khususnya dalam rangka akses pasar ekspor.

Tahapan Pengembangan UMKM Unggulan Bank Indonesia secara umum mengikuti skema berikut:

Untuk meningkatkan akses pasar UMKM, sejak tahun 2016 Bank Indonesia menyelenggarakan Pameran karya Kreatif Indonesia (KKI). Melalui KKI, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh nusantara didorong untuk secara kontinyu melakukan inovasi, memperbaiki kualitas produk sesuai selera pasar dan berorientasi ekspor, serta memanfaatkan platform digital, agar dapat menembus pasar internasional.

Sejak tahun 2019, konsep KKI diselenggarakan sebagai sebuah festival dengan format resepsi atau selebrasi perayaan kesuksesan UMKM yang dari tahun ke tahun dibina Bank Indonesia di berbagai daerah. Kegiatan KKI juga dirancang secara terintegrasi, meliputi pameran produk unggulan, pagelaran karya kreatif, talkshow, workshop, business matching dan business coaching untuk mendukung UMKM yang lebih produktif melalui digitalisasi dan mampu menembus pasar global. 

FOKUS DAN TUJUAN PELAKSANAAN PAMERAN

Penyelenggaraan KKI 2020 dilakukan secara virtual sebagai penyesuaian terhadap dinamika ekonomi nasional di masa pandemi dan peradaban baru yang lebih digital, dengan UMKM sebagai fokus pengembangan untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru menuju Indonesia maju. Tema utama KKI Virtual 2020 adalah “Mendorong UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional di Era Digital”.

KKI dilaksanakan dengan tujuan:

  • Mensosialisasikan dan mempublikasikan kepada masyarakat mengenai peran BI dalam pengembangan UMKM,
  • Memperluas akses pasar domestik maupun ekspor dengan mengenalkan produk UMKM berbasis kain tradisional dan kerajinan kepada calon pembeli (marketplace) yaitu masyarakat umum dan pihak-pihak yang terhubung dengan pasar ekspor,
  • Sebagai katalisator bagi pelaku usaha Industri Kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi.

Departemen Pengembangan UMKM
dan Perlindungan Konsumen
Bank Indonesia 

Jl. M.H. Thamrin No. 2
Jakarta 10350 – Indonesia 
Telp.  131 (pulsa lokal),
1500131 (dari luar negeri)
Email : bicara@bi.go.id

Jumlah Pengunjung:
034439
Copyright ©2020
Karya Kreatif Indonesia
All Rights Reserved
Telusuri
Generic filters
Twitter Feed